MAKALAH PENGANTAR BISNIS MEMAHAMI PROSES PEMASARAN DAN PERILAKU KONSUMEN
MAKALAH
PENGANTAR
BISNIS
MEMAHAMI
PROSES PEMASARAN DAN PERILAKU KONSUMEN

DISUSUN
OLEH :
ROCHMAD
PRASETYO
UNIVERSITAS
PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAWA TIMUR
FAKULTAS
EKONOMI
PROGRAM
STUDI AKUNTANSI
SURABAYA
2015
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur
kepada Allah SWT, yang mana kami dapat menyelesaikan makalah pengantar bisnis
Bab X tentang “Memahami Proses Pemasaran
dan Perilaku Konsumen”.
Makalah ini digunakan mahasiswa
semester I program study Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Surabaya, yang dimaksudkan untuk mempermudah mahasiswa dalam
pemahaman materi mata kuliah tersebut.
Mudah-mudahan makalah yang sederhana
ini dapat memberikan manfaat yang besar pada para mahasiswa/i.
Akhirnya kami sangat menghargai
kepuasan dan kritik yang datang dari para mahasiswa dan dosen untuk perbaikan
pada periode mendatang.
Dan
terima kasih atas sumbang sarannya.
Surabaya,
6 November 2013
Penyusun,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................... 2
DAFTAR ISI............................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 5
1.1
Latar
Belakang.............................................................................................. 5
1.2
Rumusan
Masalah........................................................................................ 7
1.3
Tujuan........................................................................................................... 7
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 8
2.1 PEMASARAN................................................................................................ 8
2.1.1 Memberikan Nilai dan
Kepuasan....................................................... 9
2.1.2 Barang, Jasa, dan Gagasan..............…............................................. 11
2.1.3 Lingkungan
Pemasaran..................................................................... 12
2.2 STRATEGI : BAURAN PEMASARAN........................................................... 15
2.3 TARGET PEMASARAN DAN SEGMENTASI PASAR.................................. 18
2.3.1 Identifikasi Segmen Pasar.................................................................. 18
2.4 RISET PEMASARAN.....................…………………...................................... 19
2.4.1 Proses Riset..……………………........................................................ 20
2.4.2 Metode Riset.....…………................................................................... 20
2.5 MEMAHAMI PERILAKU
KONSUMEN.......................................................... 21
2.5.1 Pengaruh-Pengaruh Pada Perilaku Konsumen................................. 21
2.5.2 Proses Pembelian Konsumen............................................................ 22
2.5.3 Penyimpanan Data dan Penggalian Data.......................................... 23
2.6 PERILAKU
PEMASARAN DAN PEMBELIAN ORGANISASI....................... 23
2.6.1 Pasar Organisasi................................................................................ 23
2.6.2 Perilaku Pembelian Organisasi.......................................................... 24
2.7 BAURAN
PEMASARAN INTERNASIONAL........................………………… 25
2.8 BISNIS
KECIL DAN BAURAN PEMASARAN.............………………………. 26
III PENUTUP..................................................................................................... 28
3.1 Kesimpulan................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 30
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Perkembangan dunia
usaha yang dinamis dan penuh persaingan menuntut perusahaan untuk melakukan
perubahan orientasi terhadap cara mereka melayani konsumennya, menangani
pesaing, dan mengeluarkan produk. Persaingan yang ketat menuntut perusahaan
untuk semakin inovatif dalam mengeluarkan produk yang sekiranya disukai
konsumen. Tanpa inovasi, produk suatu perusahaan bisa tenggelam dalam
persaingan dengan produk-produk lain yang semakin memenuhi pasar. Di lain pihak
konsumen juga semakin kritis terhadap apa yang mereka terima dan harapkan dari
sebuah produk. Jika ternyata tidak sesuai dengan harapan pelanggan, perusahaan
tidak hanya akan kehilangan kepercayaan pelanggan tetapi juga berpotensi akan
kehilangan pelanggan potensial. Pelanggan yang puas akan terus melakukan
pembelian, dan pelanggan yang tidak puas akan menghentikan pembelian produk
bersangkutan dan kemungkinan akan menyebarkan berita tersebut pada orang lain.
Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan alat
transportasi membawa peluang bagi perusahaan otomotif roda empat, yang sangat
dibutuhkan oleh banyak khalayak publik sebagai sarana transportasi sehari–hari yang lebih efisien
dan dinamis. Saat ini banyak sekali bermunculan merek mobil dengan berbagai
model, desain, dengan pilihan kualitas dan harga yang cukup bersaing. Bagi
perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, kondisi ini merupakan suatu
peluang untuk menguasai pangsa pasar di bidang transportasi. Perusahaan
otomotif yang ada di Indonesia sangat banyak, diantaranya Honda, Toyota,
Daihatsu, Suzuki, Nissan, dan lain-lain yang semua lisensinya dipegang oleh
ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) dan dipasarkan melalui perusahaan perakitan
dan penjualan mobil di Indonesia yang berbeda-beda seperti pada mobil Honda
dipegang oleh PT. Honda Prospect Motor (HPM).
Pemasaran adalah
kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui
proses pertukaran. Pemasaran telah menjadi subyek yang sangat penting dalam
kehidupan kita sehari-hari sejalan dengan semakin berkembangnya
perekonomian. Bermacam-macam strategi
pemasaran dilancarkan perusahaan untuk memperoleh dan mempertahankan pasar
mereka. Sebuah perusahaan yang mampu memuaskan kebutuhan pelanggannya, akan
tetapi tidak mampu menghasilkan laba, tidak mungkin akan tetap eksis dan
berkembang. Kepuasan pelanggan dan laba harus dicapai secara simultan.
Pendekatan berdasarkan kepentingan pelanggan (customer oriented)
sebaiknya dilakukan secara lebih sistematis dan efektif.
Pemasaran telah
menjadi subyek yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari sejalan
dengan semakin berkembangnya perekonomian. Pemasaran adalah kegiatan manusia
yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses
pertukaran. Tanggung jawab pokok seorang manajer pemasaran adalah melakukan
analisis pasar, merencanakan dan melaksanakan program-program pemasaran,
melakukan pengawasan dan evaluasi untuk mempengaruhi tingkat, saat dan sifat
permintaan yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya. Salah satu upaya
agar jasa yang dihasilkan dapat diterima konsumen adalah dengan melaksanakan
pemasaran secara tepat dan terpadu sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan
itu sendiri.
1.2
Perumusan
Masalah
1. Apakah
standart pemasaran yang ideal bagi sebuah perusahaan ?
2. Strategi
apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai target pemasaran ?
3. Hal-hal
apa sajakah yang menjadi pertimbangan ?
4. Mengapa
kita perlu memahami perilaku konsumen ?
1.3 Tujuan
Ø Menjelaskan
konsep pemasaran dan menggambarkan lima kekuatan yang membentuk lingkungan
pemasaran eksternal.
Ø Menjelaskan
tujuan rencana pemasaran dan mengidentifikasikan empat komponen bauran
pemasaran.
Ø Menjelaskan
segmentasi pasar dan memperlihatkan cara menggunakan segmentasi tersebut dalam
pemasaran bersasaran.
Ø Menjelaskan
tujuan dan nilai riset pemasaran.
Ø Menguraikan
faktor-faktor kunci yang mempengaruhi proses pembelian konsumen.
Ø Membahas
tiga kategori pasar organisasi dan menjelaskan perbedaan perilaku pembelian
organisasi dan perilaku pembelian konsumen.
Ø Menggambarkan
bauran pemasaran internasional dan bisnis kecil.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PEMASARAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kita
dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran. Dimana kita disini sebagai konsumen yang
diinginkan perusahaan untuk membeli produk daripada perusahaan tersebut. Pemasaran (marketing) sendiri merupakan
proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, serta
distribusi atas gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
mampu memenuhi sasaran perseorangan dan organisasi. Pemasaran juga bertujuan
untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan
memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan
kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya,
seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada
segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya
ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya
segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih
Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan
keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan
keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan
produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan
mempromosikan barang (promotion).
2.1.1 Memberikan
Nilai dan Kepuasan
Keinginan kita terhadap berbagai barang
dan jasa yang tersedia bagi kita mungkin tidak terbatas, namun sumber keuangan
kita-lah yang mendorong kita untuk lebih selektif dalam memilih sebuah produk.
Hal inilah yang membuat pembeli tertarik pada produk-produk tertentu. Dengan
terjadinya konsep seperti itu, konsumen lebih membeli produk yang menawarkan
nilai terbaik sewaktu harus memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
|
Dari persamaan di atas, nilai untuk
pelanggan dapat dinaikkan dengan memperluas atau memperbaiki manfaat produk
atau menurunkan harga (biaya yang dikeluarkan pelanggan) atau gabungan dari
keduanya. Perusahaan yang menggunakan harga sebagai senjata untuk bersaing
harus mempunyai strategi kepemimpinan biaya dalam menciptakan keunggulan
kompetitif yang dapat dipertahankan. Sedangkan perusahaan yang menggunakan
manfaat (keunggulan) produk sebagai senjata untuk bersaing harus mempunyai strategi
diferensiasi dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat dipertahankan.
Setiap produk memberikan kegunaan tersendiri bagi setiap pemakainya.
Kegunaan disini dimaksudkan untuk memuaskan keiinginan atau kebutuhan konsumen.
Jadi, Kegunaan merupakan kemampuan
dari produk untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan dari si pengguna
(konsumen). Untuk memahami bagaimana cara pemasaran dalam menciptakan nilai
bagi pelanggan, kita perlu mengetahui beberapa jenis kegunaan/manfaat yang didapatkan
konsumen dari barang atau jasa yang dikonsumsinya. Adapun 4 jenis kegunaannya,
sebagai berikut :
1. Kegunaan
Waktu
Penyediaan produk ketika konsumen
membutuhkannya.
Contoh : Produsen
yang menghasilkan bermacam-macam kue pada saat lebaran.
2. Kegunaan
Tempat
Penyediaan produk ditempat pelanggan dapat melakukan
pembellian yang nyaman.
Contoh : Sebuah toko
toserba membuka departemen natal pada masa natal.
3. Kegunaan
Kepemilikan
Konsumen dapat secara nyaman membeli beberapa kotak
ornament dan menghias pohon natalnya.
4. Kegunaan
Bentuk
Dengan menyediakan produk bagi konsumen, dengan
mengubah bahan mentah menjadi ornamen (barang jadi).
Pemasaran
harus memulai dengan satu pemahaman tentang keinginan dan kebutuhan pelanggan,
dikarenakan dalam hal ini pemasaran sangat berperan penting dalam keseluruhan
empat bidang yaitu mementukan waktu, tempat, syarat penjualan dan cirri-ciri
produk yang memberikan kegunaan dan menambah nilai bagi pelanggan.
2.1.2 Barang,
Jasa dan Gagasan
Pemasaran barang-barang yang berwujud terlihat jelas
dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja pada barang-barang yang sering kali
kita gunakan seperti sabun, minyak wangi, sepeda motor, dan lain sebagainya.
Barang-barang tersebut bisa dikatakan sebagai Barang Konsumsi. Dimana barang yang dibeli oleh konsumen itu
digunakan secara pribadi. Perusahaan yang menjual produk-produk kepada konsumen
untuk konsumsi pribadi terlibat dalam pemasaran konsumen (consumer marketing).
Pemasaran juga dapat diterapkan pada Barang
Industri, dimana produk-produk yang dibeli oleh perusahaan digunakan untuk
memproduksi produk lain. Peralatan bedah, dan mesin keruk adalah salah satu
contoh barang-barang industri. Begitu juga komponen dan bahan produksi mentah
seperti besi, sirkuit terintegrasi, baja, dan plastik yang belum terbentuk.
Perusahaan-perusahaan yang menjual produknya kepada produsen lain terlibat
dalam pemasaran industri.
Teknik-teknik pemasaran juga dapat diterapkan pada
jasa. Jasa adalah produk-produk tak
berwujud, seperti waktu atau keahlian, atau beberapa aktivitas yang dapat
dibeli. Pemasaran juga sering kali menimbulkan munculnya gagasan-gagasan.
Contohnya adanya iklan layar lebar pada bioskop yang mengingatkan kita akan
menghargai hak paten dengan cara mengindari pembajakan film atau CD.
Walau pemasaran sering kali berfokus pada transaksi
tunggal atas produk, jasa atau gagasan, perspektif pemasaran jangka panjang
telah menjadi sama pentingnya bagi keberhasilan pemasaran. Pemasaran Relasional merupakan strategi pemasaran yang menekankan
pada hubungan yang terus berlanjut dengan pelanggan dan pemasok. Bukan sekedar
pada satu transaksi tunggal saja.
2.1.3 Lingkungan Pemasaran
Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari
pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen
pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan
pelanggan sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus
menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus
berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan
strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru. Program
pemasaran harus mengenal faktor-faktor luar yang terdiri dari lingkungan eksternal perusahaan yang
mempengaruhi program-program pemasaran melalui kesempatan atau ancaman.
Terdapat 5 faktor lingkungan dalam program pemasaran, yaitu :
1. Lingkungan
Politik dan Hukum
Kegiatan
politis telah berpengaruh pada dunia usaha. Dengan ini para manajer pemasaran
berusaha mencoba mempertahankan lingkungan politis dan hukum dalam beberapa
cara. Sebagai contoh, untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat atas sejumlah
produk dan kegiatan mereka, para tenaga pemasaran menggunakan kampanye iklan
kepedulian masyarakat mengenai masalah-masalah impor lokal, regional maupun
nasional.
2. Lingkungan
Sosial dan Budaya
Semakin
lama semakin banyak orang yang berkantor dirumahnya sendiri, jumlah keluarga
dengan orang tua tunggal telah meningkat dan pilihan makanan mencerminkan
semakin meningkatnya kepedulian terhadap gaya hidup sehat. Perubahan nilai sosial
mendorong perusahaan mengembangkan dan memporomosikan produk-produk baru baik
untuk konsumen individual maupun untuk pelanggan industri.
3. Lingkungan
Teknologi
Teknologi-teknologi
baru menciptakan barang-barang dan jasa-jasa baru. Produk baru tentu saja
membuat beberapa produk lama yang beredar menjadi usang dan beberapa produk
baru mengubah nilai-nilai serta gaya hidup kita. Pada gilirannya perubahan gaya
hidup sering merangsang produk baru yang secara tidak langsung berhubungan
dengan teknologi itu sendiri, Telepon seluler misalnya, yang penggunaannya bukan
untuk komunikasi saja. Melainkan bisa digunakan untuk rekreasi dan hiburan.
4. Lingkungan
Ekonomi
Kondisi
ekonomi menentukan pola pengeluaran konsumen, dunia usaha dan pemerintah. Jadi
kondisi ekonomi mempengaruhi setiap rencana pelaku pemasaran dalam penawaran
produk, penetapan harga dan strategi ekonomi. Dengan demikian para pelaku
pemasaran harus memonitor siklus bisnis secara umum, yang biasanya
memperhatikan pola perubahan dari periode kemakmuran menuju resesi sampai ke
pemulihan ekonomi.
5. Lingkungan
Persaingan
Dalam
lingkungan yang persaingannya sengit, tenaga pemasaran harus meyakinkan pembeli
bahwa mereka harus membeli produk mereka, bukan membeli produk yang dijual oleh
penjual lain. Karena pembeli konsumen maupun komersial memiliki sumber daya
yang terbatas yang harus dikeluarkan.
Tenaga-tenaga
pemasaran menentukan cara terbaik menempatkan produk-produk mereka sendiri
untuk 3 tipe persaingan :
ü Produk
Subtitusi
Berbeda
dengan produk pesaing tapi dapat mengisi kebutuhan yang sama.
Contoh : tingkat
kolestrol mungkin bisa dikendalikan dengan program kebugaran atau dapat pula
dengan pemberian obat.
ü Persaingan
Merk
Persaingan
yang didasarkan pada presipsi pembeli mengenai manfaat produk yang ditawarkan
oleh perusahaan yang bersangkutan.
ü Persaingan
Internasional
Menyandingkan
produk-produk pelaku pemasaran domestic terhadap pesaing asing penerbangan
Swissair dengan Delta Airlines.
2.2 STRATEGI : BAURAN PEMASARAN
Manajer
Pemasaran merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas
perencanaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan bauran pemasaran yang menghasilkan
perpindahan barang atau jasa kepada konsumennya. Puncak dari kegiatan ini
adalah Rencana Pemasaran dimana
kumpulan staregi yang rinci dan terfokus untuk mengarahkan bauran pemasaran
agar dapat memenuhi kebutuhan dari keinginan konsumen. Strategi pemasaran
sendiri sebenarnya berawal sewaktu perusahaan mengidentifikasikan adanya
kebutuhan konsumen dan mengembangkan produk untuk memenuhinya.
Dalam merencanakan dan melaksanakan strategi, para
manajer pemasaran mengembangkan empat komponen dasar dari Bauran Pemasaran dimana merupakan gabungan strategi yang digunakan
untuk memasarkan produk, diantaranya :
Ø Produk
Pemasaran
dimulai dengan Produk yang merupakan
barang, jasa atau gagasan yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen. Dengan demikian menyusun dan mengembangkan produk-produk
baru itu merupakan tantangan bagi para tenaga pemasaran, yang harus selalu
mempertimbangkan faktor perubahan-perubahan teknologi, perubahan keinginan dan
kebutuhan konsumen, serta perubahan kondisi ekonomi.
Ø Diferensiasi Produk
Merupakan
penciptaan produk atau citra produk yang cukup berbeda dibandingkan
produk-produk pesaing dalam rangka menarik konsumen.
Ø Penetapan Harga
Disatu
sisi harga harus mendukung beberapa biaya yang telah dikeluarkan dan disatu
sisi harga juga tidak dapat terlalu tinggi karena konsumen dapat berpaling ke
produk-produk pesaing. Hal ini lah yang dimaksudkan dengan penetapan harga,
yaitu Pemilihan harga jual yang paling sesuai merupakan tindakan penyeimbangan.
Ø Distribusi
Penempatan
mengacu dalam Distribusi dimana hal
ini merupakan bagian yang mempertimbangkan cara penyampaian produk-produk dari
produsen ke konsumen. Keputusan mengenai pergudangan dan pengendalian
persediaan juga merupakan keputusan distribusi, seperti halnya keputusan
tentang pilihan transportasi.
Ø Promosi
Salah
satu komponen bauran pemasaran yang terlihat nyata adalah promosi. Dimana hal
ini dimaksudkan supaya barang yang diproduksi bisa dikenal luas oleh masyarakat
(calon konsumen).
Ø Iklan
Iklan
merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang digunakan untuk membujuk atau
member informasi pembeli potensial mengenai produk pihak yang bersangkutan.
Sama halnya dengan promosi, hal ini juga dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan
produk dengan lebih menarik.
Ø Penjualan Langsung
Penjualan
secara langsung lebih banyak dilakukan untuk barang-barang industri. Ketika
suatu perusahaan membeli dari perusahaan lainnya, agen pembelian dan orang lain
yang membutuhkan bantuan teknis dan informasi secara detail biasanya
direferensikan kepada perwakilan penjualan perusahaan.
Ø Promosi Penjualan
Promosi
penjualan biasanya menjual barang-barang yang relatif murah harganya. Biasanya
hal ini dilakukan dengan berupa bujukan langsung kepada pembelinya. Dan
biasanya dapat berupa kupon, paket penjualan, dan lain sebagainya.
Ø Hubungan Masyarakat
Semua
bentuk komunikasi yang bertujuan untuk membentuk citra yang baik sebuah
perusahaan termasuk kedalam hubungan masyarakat yang ditujukan untuk membangun
sikap positif terhadap organisasi dan produknya.
2.3 TARGET PEMASARAN DAN SEGMENTASI PASAR
Tenaga-tenaga pemasaran telah lama menyadari bahwa produk
dan jasa tidak dapat menjadi seluruh barang untuk ke semua orang. Pembeli
memiliki selera, minat, tujuan, gaya hidup dan lain-lain yang berbeda. Pasar Sasaran adalah kelompok orang-orang yang memiliki keinginan dan
kebutuhan yang serupa. Menyeleksi pasar sasaran merupakan langkah awal strategi
pemasaran. Segmentasi Pasar adalah pembagian
pasar ke dalam pembagian kategori jenis atau segmen pelanggan. Setelah mereka
mengidentifikasi pangsa pasar perusahaan dapat menerapkan beragam strategi.
Dalam pemasaran proses menggabungkan, menerapkan dan mengomunikasikan sifat
produk itu sendiri dikenal sebagai penempatan produk (product positioning).
2.3.1 Indentifikasi Segmen Pasar
Berdasarkan definisinya, anggota segmen pasar harus
memiliki beberapa sifat umum yang akan mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
Pengaruh perilaku konsumen adalah variabel geografis, domografis, psikografis
dan variabel perilaku.
Adalah
unit geografis dari Negara ke lingkungan tetangga yang dapat dipertimbangkan dalam
mengembangkan strategi segmentasi.
Menggambarkan
populasi dengan mengidentifikasi cirri-ciri seperti umur, latar belakang etnis,
status perkawinan, suku, agama dan kelas sosial.
Pasar
dapat pula disegmentaasi berdasarkan variabel psikografis seperti gaya hidup,
mibat dan sikap. Psikografis cukup penting bagi tenaga pemasaran karena tidak
seperti demografis dan geografis, faktor itu kadang-kadang dapat diubah oleh
usaha-usaha pemasaran.
Karakteristik
konsumen yang didasarkan pada cara-cara konsumen menggunakan produk, manfaat
yang mereka harapkan dari produk tersebut, alasan mereka memberinya, dan
kesetiaan mereka terhadap produk tersebut.
2.4 RISET PEMASARAN
Riset pemasaran (marketing riset) studi mengenai
kebutuhan dan keinginan pelanggan serta
bagaimana mencari cara-cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Hubungan
antara riset pemasaran dengan keseluruhan proses pemasaran adalah untuk
meningkatkan daya saing perusahaan, yaitu dengan cara memahami hubungan di
antara pihak berkepentingan (stakeholders) perusahaan (termasuk
konsumen),variabel-variabel pemasaran,pertimbangan lingkungan,dan keputusan
pemasarannya.
2.4.1 Proses riset
Terdapat lima tahap dasar
dalam melaksanakan riset pasar :
1. mempelajari
situasi terakhir
2. memilih
metode riset
3. mengumpulkan
data (data sekunder dan data primer)
4. menganalisis
data
5. mempersiapkan
laporan
2.4.2 Metode Riset
Empat metode dasar riset
pasar antara lain :
1. observasi,
mencakup pengawasan dan pencatatan perilaku konsumen.
2. survei,
teknik riset pemasaran dengan menggunakan kuesioner yang dikirimkan kepada
perseorangan ataupun digunakan sebagai dasar wawancara.
3. Kelompok
fokus, teknik riset pemasaran dengan sekelompok individu yang berkumpul disatu
tempat, mengemukakan permasalahan, dan diminta untuk membahasnya.
4. Percobaan
(experimentation), membandingkan tanggapan individu yang sama atau serupa pada
situasi yang berbeda-beda.
2.5 MEMAHAMI PERILAKU KONSUMEN
Perilaku
Konsumen (consumer behavior) adalah studi mengenai proses
keputusan konsumen yag mendorong mereka membeli dan mengkonsumsi berbagai
produk.
2.5.1 Pengaruh-Pengaruh pada Perilaku Konsumen
Untuk memahami perilaku konsumen, tenaga-tenaga
pemasaran berfokus pada empat bidang yang menjadi pengaruh utama, yaitu :
1. Pengaruh Psikologis,
mencakup motivasi, persepsi, kemampuan belajar, dan sikap individu.
2. Pengaruh Pribadi,
mencakup gaya hidup, kepribadian, dan status ekonomi.
3. Pengaruh Sosial,
mencakup keluarga, pendapat pemimpin, dan kelompok referensi lainnya seperti
teman, rekan kerja, dan rekan seprofesi.
4. Pengaruh Budaya,
mencakup budaya, subkultural, dan kelas sosial.
Namun empat faktor di atas akan menjadi lemah atau
diabaikan apabila konsumen memperlihatkan loyalitas
produk, yaitu pola pembelian reguler konsumen berdasarkan pola kepuasan
terhadap produk tertentu.
2.5.2
Proses
Pembelian Konsumen
![]() |
2.5.3
Penyimpanan
Data dan Penggalian Data
Segala aktivitas penggunaan suatu produk oleh
konsumen, selalu meninggalkan jejak informasi. Pengumpulan, penyimpanan, dan
pengambilan kembali data dalam bentuk berkas (file) elektronik disebut penyimpanan data.
·
Manfaat
Penggalian Data
Penggalian
Data adalah aplikasi teknologi elektronik untuk mencari,
menyaring, dan mengorganisasi ulang kumpulan data guna mengumpulkan informasi
pemasaran yang bermanfaat serta merencanakan produk baru yang akan menarik
segmen sasaran di lingkungan pasar.
Data itu mencakup informasi demografis, penurunan
harga, pengembalian, persediaan, dan data-data lain untuk meramalkan penjualan
dan efek dari promosi pemasaran.
2.6
PERILAKU
PEMASARAN DAN PEMBELIAN ORGANISASI
2.6.1 Pasar
Organisasi
Dalam pasar konsumen, transaksi jual-beli
terlihat jelas di mata umum. Akan tetapi, yang sama pentingnya tetapi kurang
terlihat nyata, adalah pasar organisasi atau pasar perdagangan. Pasar
organisasi atau pasar komersial dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu :
·
Pasar
Industri, yaitu pasar organisasi yang terdiri dari perusahaan
yang membeli barang-barang yang diubah menjadi produk lain atau digunakan
selama produksi. Pasar itu mencakup pemilik usaha pertanian, produsen, dan
beberapa pengecer.
·
Pasar
Pedagang Perantara (reseller market), yaitu pasar organisasi
yang terdiri dari badan-badan perantara yang membeli barang-barang jadi dan
menjualnya kembali. Mencakup pedagang besar dan pengecer.
·
Pasar
Pemerintah dan Institusi, yaitu pasar organisasi yang terdiri
dari pembeli barang dan jasa non pemerintah seperti rumah sakit, tempat ibadah,
museum, dan badan amal, yang juga menggunakan perlengkapan dan peralatan,
selain jasa hukum, akuntansi, dan transportasi.
2.6.2
Perilaku
Pembelian Organisasi
·
Perbedaan
Pembeli
Tidak seperti kebanyakan konsumen, pembeli organisasi
merupakan para profesional, spesialis, dan pakar.
o
Sebagai profesional, pembeli organisasi
dilatih mengenai pengaturan hubungan antara penjual dan pembeli serta mengenai
metode untuk melakukan negosiasi dengan pembeli.
o
Sebagai ketentuan, pembeli industri
merupakan para spesialis perusahaan berbagai lini produk.
o
Pembeli industri seringkali menjadi pakar
di bidang produk yang akan mereka beli.
·
Perbedaan
Hubungan Pembeli dan Penjual
Dalam pembelian konsumen, hubungan antara penjual dan
pembeli kadang-kadang bersifat tidak pribadi dan berumur pendek. Sedangkan pada
pembelian organisasi, situasi industri seringkali mencakup penjual dan pembeli
dalam frekuansi yang sering dan berlangsung lama.
2.7
BAURAN
PEMASARAN INTERNASIONAL
Dalam memasarkan produk-produk secara
internasional, berarti menyusun strategi untuk mendukung operasi bisnis secara
global. Maka, tenaga pemasaran harus mempertimbangkan kembali tiap-tiap elemen
bauran pemasaran, yaitu :
1. Produk-Produk Internasional
Beberapa produk dapat dijual di luar negeri tanpa
perubahan. Namun beberapa produk yang lain harus dilakukan perubahan untuk
memenuhi kebutuhan/ dapat digunakan pada negara yang mengkonsumsi produk
tersebut.
2. Penetapan Harga Internasional
Sewaktu menetapkan harga untuk pasar internasional,
tenaga-tenaga pemasaran harus menelaah seluruh pertimbangan penetapan penetapan
harga domestik sambil mempertimbangkan pula biaya transportasi dan penjualan
produk di luar negeri yang lebih tinggi.
3. Distribusi Internasional
Dalam beberapa industri, keterlambatan dalam memulai
jaringan kerja distribusi baru mahal biayanya. Dengan demikian, perusahaan
dengan sistem distribusi yang sudah ada seringkali menikmati keunggulan
terhadap bisnis-bisnis baru.
4. Promosi Internasional
Tenaga-tenaga pemasaran harus sadar bahwa perbedaan
budaya dapat menjadi penyebab tanggapan negatif terhadap produk yang
pengiklannya tidak benar.
2.8
BISNIS
KECIL DAN BAURAN PEMASARAN
Banyak perusahaan besar yang dulunya
berangkat dari perusahaan kecil. Beberapa elemen bauran pemasaran pada
perusahaan kecil, diantaranya :
1. Produk-produk Bisnis Kecil
Pemahaman menyeluruh tentang apa yang dibutuhkan pasar
sangat dibutuhkan oleh perusahaan baru agar dapat bertahan dalam persaingannya,
dan hal ini telah berhasil dilakukan pada banyak perusahaan kecil.
2. Penetapan Harga pada Bisnis Kecil
Dalam menetapkan harga, harus dapat memproyeksikanbeban
biaya operasi secara akurat. Hal ini dilakukan agar mendapatkan laba yang cukup
memuaskan.
3. Distribusi Bisnis Kecil
Aspek distribusi yang paling penting bagi bisnis kecil
adalah lokasi fasilitas, terutama untuk bisnis-bisnis jasa yang baru. Kemampuan
berbagai bisnis berskala kecil untuk menarik perhatian dan mempertahankan
konsumen sebagian bergantung pada pilihan lokasi. Dalam distribusi, seperti
dalam aspek lain bauran pemasaran, perusahaan kecil memiliki keunggulan
dibandingkan pesaing yang lebih besar, bahkan dalam industri yang kompleks
sekalipun.
4. Promosi Bisnis Kecil
Biaya promosi akan menjadi biaya awal (start-up cost)
bagi bisnis kecil yang sukses. Beberapa bisnis menekan biaya-biaya dengan
memanfaatkan metode-metode promosi yang jauh lebih murah, misalnya dengan koran
lokal. Beberapa bisnis kecil dapat juga memanfaatkan organisasi atau
perkumpulan sebagai media promosi yang jauh lebih ekonomis.
BAB III
PENUTUP
Demikian makalah Pengantar Bisnis
Manajemen tentang “Memahami Proses
Pemasaran dan Perilaku Konsumen” ini kami buat, semoga dapat bermanfaat
bagi kita semua. Dan kurang lebih dalam penulisan atau penyusunan, mohon
dimaklumi.
3.1 Kesimpulan
Pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, serta distribusi gagasan,
barang dan jasa untuk menciptakanpertukaran yang memuaskan tujuan organisasi
dan individu. Setiap program pemasaran harus memperhatikan lima faktor
eksternal yang dapat mempengaruhi pemasarannya, yaitu : Lingkungan Politik dan
Hukum, lingkungan Sosial dan Budaya, Lingkungan Teknologi, Lingkungan Ekonomi,
dan Lingkungan Persaingan.
Dalam melakukan pemasaran, terlebih dahulu
harus dibuat rencana pemasaran, yaitu strategi terinci untuk memfokuskan upaya
memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, dan hal ini dilakukan oleh Manager
Pemasaran. Empat komponen dasar dalam pemasaran yang harus diperhatikan oleh
Manajer Pemasaran adalah : Produk, Penetapan Harga, Distribusi, dan Promosi. Empat
variabel penting yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen : Variabel
geografis, variabel demografis, variabel psikografis, dan variabel perilaku.
Efektivitas dalam memilih bauran pemasaran
dan strategi segmentasi didasarkan pada informasi yang tepat waktu tentang tren
di lingkungan pasar. Riset pemasaran adalah studi mengenai kebutuhan dan
keinginan konsumen serta cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Keberhasilan riset pemasaran sering kali bergantung pada salah satu dari
keempat metode dasar yang digunakan, yaitu : Observasi, Survei, Kelompok Fokus,
dan Percobaan.
Proses pembelian konsumen terhadap suatu
barang adalah : Pengenalan masalah/kebutuhan à
Pencarian Informasi à
Evaluasi Alternatif à
Keputusan Membeli (dipengaruhi oleh motif rasional dan motif emosional) à Evaluasi Pasca Pembelian.
Pasar Organisasi (komersial) adalah pasar
dimana suatu organisasi membeli barang dan jasa yang digunakan dalam
menciptakan dan menyerahkan produk konsumen. Pasa ini terbentuk dalam tiga
kategori : Pasar Industri, Pasar Pedagang Perantara, dan Pasar Institusional.
Perbedaan antara perilaku pembelian organisasi dan perilaku pembelian konsumen
yaitu terdapat pada perbedaan dalam karakter pembeli dan perbedaan hubungan
antara penjual-pembeli.
Ketika para pemasar memutuskan untuk
terjun ke dunia global, mereka harus mempertimbangkan kembali setiap unsur
bauran pemasaran : Produk-produk Internasional, Penetapan Harga Internasional,
Distribusi Internasional, dan Promosi Internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Ricky
W. Griffin, Ronald J. Ebert. 2006. Bisnis Edisi Kedelapan Jilid 1, Erlangga :
Jakarta.

0 comments: