Makalah Analisis Laporan Keuangan



MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN
BAB 2 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN








                                                 




DISUSUN OLEH :
ALDO PRADANA KUSUMA                      1513010018
PUTRA DIANDA PRATAMA                     1513010021
MUHAMMAD AMRIZAL UMAM              1513010039
ROCHMAD PRASETYO                              1513010040

KELAS A / AKUNTANSI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
 JAWA TIMUR
SURABAYA
2016



BAB 2 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
1.      Pengenalan Laporan Keuangan
a.       Neraca
yaitu Laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu. Bagian aktiva merupakan hasil keputusan investasi yang  diambil oleh manajer perusahaan, dan pada bagian passive merupakan sumber-sumber keuangan untuk mendanai investasipada aktiva tersebut pada periode tertentu
b.      Nilai Buku dan Pasar
Akuntansi biasanya mencatat aktiva di neraca berdasarkan harga perolehannya (historical cost) yang telah disesuaikan dengan depresiasi. Nilai ini disebut nilai buku (book value). Nilai buku modal sendiri dicatat berdasarkan jumlah uang yang disetor pemegang saham di masa lalu, yang terdiri atas nilai nominal saham dan agio ditambah laba ditahan.
Neraca nilai pasar (market value balance sheet). Pada neraca ini semua item pada sisi aktiva maupun pasiva dihitung berdasarkan harga pasar sekarang.
Nilai pasar aktiva adalah = nilai pasar utang + nilai pasar modal sendiri
Nilai pasar modal sendiri adalah = harga pasar saham x jml saham yg beredar
V = D + E                                                                        
V  = Value of the firm (nilai perusahaan)
D  = Debt (utang perusahaan)
E  = Equity (modal sendiri)
c.       Laporan Laba Rugi
Yaitu laporan keuangan yang memperlihatkan penghasilan , biaya, dan pendapatan bersih dari suatu perusahaan selama satu periode tertentu. Laba/profit menurut akuntansi berbeda dg arus kas(cash flow). Ada 3 alasan utk mendukung pernyataan ini :
-          Membagi pembayaran tunai menjadi : (a)current expenditure, misal gaji & (b)capital expenditure, misal pembelian mesin
-          Mempertimbangkan kondisi : pd periode 1 perusahaan memproduksi barang yg dijual pd periode 2 & dibayar pd periode 3
-          Akuntan menyesuaikan periode pengeluaran biaya dg periode pendapatan dr penjualan utk menghitung laba (konsep accrual accounting)

d.      Laporan Arus Kas
Adalah  lap. Keu yang memperlihatkan  penerimaan kas & pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode waktu
-          Arus Kas dari aktiva
Adalah arus kas yang berasal dr aktiva yg terdiri dr : arus kas operasi, arus kas investasi & perubahan modal kerja bersih
-          Arus kas operasi
Adalah kas yang berasal dr aktivitas bisnis perusahaan yang normal
-          Arus kas investasi (Capital spending)
Adalah kas yg dikeluarkan utk aktiva tetap dikurangi dg kas yg diterima dr penjualan aktiva tetap
-          Perubahan modal kerja bersih
Untuk menentukan perubahan modal kerja bersih, pendekatan yang paling mudah adalah  menghitung perbedaan modal kerja bersih akhir tahun dengan modal kerja bersih awal tahun
-          Arus kas untuk kreditor dan pemegang saham
Menunjukkan pembayaran bersih kepada kreditor dan pemilik perusahaan selama satu tahun
2.      Analisis Rasio Keuangan
Rasio Keuangan atau Financial Ratio merupakan alat analisis keuanganperusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan datakeuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan aliran kas)
Fungsi Analisis Keuangan :
-          Evaluasi pencapaian kinerja manajemen perusahaan
-          Bahan pertimbangan penyusunan rencana perusahaan
Ada lima jenis rasio keuangan yang sering digunakan:
a.       Rasio likuiditas: rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.
-          Rasio Lancar = Aktiva Lancar/Utang Lancar
-          Rasio Quick = [Aktiva Lancar – Persediaan]/Utang Lancar
Tujuan : Melihat likuiditas, yaitu kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek. Semakin tinggi angka tsb, semakin baik.
b.      Rasio aktivitas: rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menggunakan asetnya dengan efisien.
-          Rata-rata Umur Piutang
= Piutang/[Penjualan/365]
-          Perputaran Persediaan
= Harga Pokok Penjualan /Persediaan
-          Perputaran Aktiva Tetap
= Penjualan/Total Aktiva Tetap
-          Perputaran Total Aktiva
= Penjualan/Total Aktiva
Tujuan: Melihat kemampuan perusahaan menggunakan asetnya dengan efektif. Semakin tinggi angka perputaran, semakin efektif aset digunakan. Semakin tinggi rata-rata umur piutang, semakin tidak baik (tidak efektif menggunakan aset).
c.       Rasio utang/leverage: rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi total kewajibannya.
-          Total Utang terhadap Total Aset (Aktiva)
= Total Utang/Total Aktiva
-          Times Interest Earned (TIE)
= Laba Sebelum Pajak dan Bunga (EBIT)/Bunga
-          Fixed Charged Coverage (FCC)
= (EBIT + Biaya Sewa)/ (Bunga+Sewa)
Tujuan: Melihat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban totalnya. Semakin tinggi angka rasio Total Utang/Total Aktiva, semakin berisiko (tidak baik). Semakin tinggi angka TIE atau FCC, semakin kecil risiko (semakin baik).
d.      Rasio keuntungan/profitabilitas: rasio yang mengukur kemampuan perusahan menghasilkan profitabilitas.
-          Profit Margin = Laba Bersih / Penjualan
-          Return On Asset = Laba Bersih / Total Aktiva
-          Return On Equity = Laba Bersih / Modal Saham
Tujuan: melihat kemampuan perusahaan menghasilkan profitabilitas. Semakin tinggi angka PM, ROA, dan ROE, semakin baik.
e.       Rasio pasar: rasio yang mengukur prestasi pasar relatif terhadap nilai buku, pendapatan, atau dividen.
-          PER = Harga Pasar per Lembar / Laba Bersih per Lembar
-          Dividend Yield = Dividen per Lembar / Harga Pasar per Lembar
-          Rasio Pembayaran Dividen = Dividen per Lembar / Laba Bersih per Lembar
Tujuan : Melihat seberapa jauh tujuan kemakmuran pedagang saham tercapai. Secara umum, semakin tinggi angka PER, dividend yield, dan rasio pembayaran dividen, semakin baik.
3.      Cara Menganalisis Laporan Keuangan
Untuk memperoleh informasi yang lebih banyak,analis keuangan dapat melakukan analisis dengan cara cross section ,yaitu membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan dengan rasio keuangan perusahaan lain atau industri pada satu periode waktu yang sama,dan time series,yaitu membandingkan atau mengevaluasi kecenderungan rasio keuangan satu perusahaan dari waktu ke waktu.
Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan bersama untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan.Oleh karena itu,dalam praktik perlu menggabungkan kedua pendekatan ini,sehingga dapat memberikan informasi tentang tren rasio keuangan perusahaan dari waktu ke waktu,serta informasi mengenai apakah rasio keuangan perusahaan pada waktu tertentu berada diatas,sama dengan atau dibawah rasio keuangan industri.
a.      Common size dan DuPont Identity
Pada common size analysis,seluruh item pada laporan laba/rugi dibagi dengan penjualan dan seluruh item pada neraca dibagi dengan total aktiva.keuntungannya yaitu memungkinkan bagi kita untuk membandingkan neraca serta laporan laba/rugi dari waktu ke waktu diantara beberapa perusahaan.
Common size analysis dapat dibandingkan dengan rasio industri maupun dibandingkan dari waktu ke waktu.Du Pont analysis memperlihatkan bagaimana utang,perputaran aktiva dan profit margin dikombinasikan untuk menentukan return on equity (ROE).DuPont system menjelaskan keterkaitan ROE dan ROA dengan berbagai rasio keuangan lainnya.Sistem yang dikembangkan oleh DuPont ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan.
DuPont equation dapat dirumuskan sebagai berikut :
-          ROA = Net profit margin x Total asset turnover
Jika ROA dikalikan rasio total assets to equity,akan menghasilkan return on equity (ROE)
-          ROE = ROA x Equity multiplier
-          ROE = (Net income/Total asset) x (Total asset / Total equity)
Keterangan :
-          Profit margin memperlihatkan pengawasan terhadap biaya
-          Total assets turnover memperlihatkan efektivitas penggunaan aktiva
-          Equity multiplier memperlihatkan efektivitas penggunaan utang

Leverage ratio :
a. Debt ratio 

b. Times interest earned ratio

c. Cash average ratio

Liquidity Ratio
a. Current ratio

b. Quick ratio

c. Cash ratio

Activity ratio
a.Inventory turnover

b.Receivable turnover

c.Fixed asset turnover

d.Total asset turnover

Profitabiliy ratio

a. Return on asset (ROA)

b. Return on equity

c.Net profit margin

d. Basic earning power

Divident payout ratio (DPR)

4.      Masalah-masalah dalam Analisis Laporan Keuangan
a.       Data Pembanding
Rasio-rasio keuangan pada suatu perusahaan yang beroperasi di banyak bidang industri yang berbeda sulit dicarikan data pembandingannya. Pada umumnya data pembanding adalah berupa angka rata-rata rasio keuangan. Kondisi rata-rata bukanlah tujuan suatu perusahaan, oleh karena itu, data pembanding yang baik bisa menjadi rasio keuangan perusahaan-perusahaan papan atas pada industri tersebut.
b.      Efek Inflasi
Inflasi mempengaruhi biaya tenaga kerja, biaya persediaan dan pada gilirannya akan mempengaruhi item pada neraca maupun laba bersih. Karena alasan ini, pembandingan rasio keuangan dari waktu ke waktu (time series) maupun pembandingan data industri yang tidak sama waktunya dapat saja menyesatkan.
c.       Window Dressing
Manajemen perusahaan dapat saja dengan sengaja memanipulasi kondisi keuangannya menjelang penyusunan neraca. Tindakan ini disebut sebagai window dressing. Suatu rekayasa akuntansi sebagai upaya menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik daripada yang dapat dibenarkan menurut fakta dan akuntansi yang lazim. Caranya dengan menetapkan aktiva atau pendapatan terlalu tinggi dan menetapkan kewajiban atau beban terlalu rendah dalam laporan keuangan. Sebagai contoh pada 29 Desember 2006 manajemen meminjam dalam bentuk utang jangka 2 tahun, hasilnya dipegang dalam bentuk kas (tunai). Tanggal 4 Januari 2007, utang dilunasi. Tindakan ini menyebabkan current ratio tahun 2006 nampak bagus, meskipun hanya sementara.
d.      Perbedaan Kebijakan Perusahaan
Perbedaan kebijakan operai seperti keputusan untuk menyewa (leasing) daripada membeli aktiva, bisa jadi membawa dampak pada rasio keuangan. Informasi tentang perjanjian leasing, rencana dana pensiun, akuisisi, kebijakan akuntansi, dan lain-lain dapat dilihat pada catatan yang menyertai laporan keuangan sebaiknya diperhitungkan dalam analisis. Sebagian perusahaan mungkin memiliki sebagian rasio yang “kurang baik” dan sebagian lagi baik. Hal ini membuat sulit untuk dapat megetahui bagaimana kondisi perusahaan pada umunya.


http://cahbaguszone.blogspot.com

0 comments: