Langen Tayub Compreng

Langen Tayub Sedekah Bumi Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, 03 Mei 2016

0 comments:

Pengertian, Jenis, dan sumber konflik

Pengertian Konflik

 
Konflik organisasi (Organizational conflik) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan- kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Konflik organisasi juga dapat diartikan sebagai perilaku anggota organisasi yang dicurahkan untuk beroposisi terhadap anggota yang lain.
Pada dasarnya proses konflik bermula pada saat satu pihak dibuat tidak senang oleh, atau akan berbuat tidak menyenangkan kepada pihak lain mengenai suatu hal yang oleh pihak pertama dianggap penting.
Perbedaan konflik dan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak lain dalam pencapaian tujuannya. Persaingan ada, bila tujuan pihak- pihak yang terlibat adalah tidak sesuai tetapi pihak- pihak tersebut tidak dapat saling mengganggu. Sebagai contoh, dua kelompok mungkin saling bersaing untuk memenuhi target, bila tidak ada kesempatan untuk mengganggu pencapaian tujuan pihak lain, situasi persaingan terjadi, tetapi bila ada kesempatan untuk mengganggu dan kesempatan tersebut digunakan, maka akan timbul konflik.
Kerjasama(kooperasi) terjadi bila dua pihak atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Konflik dan kooperasi dapat terjadi bersamaan. Lawan kata kooperasi bukan konflik, tetapi kurangnya kooperasi (kerjasama). Sebagai contoh, dua pihak setuju pada tujuan,tetapi tidak setuju dengan cara pencapaian tujuan tersebut. Manajemen konflik berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk menyeimbangkan konflik dan kooperasi.

Jenis- Jenis Konflik
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi, yaitu:
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama. Hal ini sering disebabkan oleh perbedaan- perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antar peranan seperti antara manajer dan bawahan.
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, seperti seorang individu dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma- norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga- harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Sumber- Sumber Konflik

Faktor- faktor penyebab konflik beraneka ragam, yaitu:
1. Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2. Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas.
5. Saling ketergantungan pekerjaan.
6. Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada di bawahnya.
7. Ketidakjelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.
8. Ketidakterbukaan terhadap satu sama lain
9. Ketidaksalingpercaya antara satu orang dengan orang lain dalam organisasi.
10. Ketidakjelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.
11. Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan aspirasi para bawahannya.
12. Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan.

0 comments:

PAGAR NUSA TUBAN JAWA TIMUR


0 comments:

Cah Tuban Gokil Keren.. "Treologi Cinta(Cinta 3 Segi)


0 comments:

RONGGOMANIA










0 comments:

RONGGOMANIA


0 comments:

Profil terbaru UPN Veteran Jawa Timur By KASATU(Ikatan Mahasiswa Tuban)


0 comments:

TREN SEKULAR SEBAGAI PENANDA KECENDERUNGAN DALAM JANGKA PANJANG



9.2 TREN SEKULAR SEBAGAI PENANDA KECENDERUNGAN DALAM JANGKA PANJANG
a. Tren Garis Lurus
Y’ = a + Bx
            Y’ : Nilai variabel terikat(dependent variable), X : nilai variabel bebas(independent variable), a : konstanta Y(nilai Y bila X=0), & b : derajat kemiringan garis tren.

Beberapa cara penghitungan & penggambaran tren garis lurus
1.      Metode bebas(free hand method)
·         Menggambar data asli dalam grafik
·         Menarik garis lurus yang berdasar pertimbangan bahwa garis terletak diantara titik yang diperlihatkan data asli dalam grafik.
Tahun
Indeks Biaya Hidup
Tahun
Indeks Biaya Hidup
1970
100
1980
123
1971
105
1981
130
1972
102
1982
135
1973
105
1983
138
1974
106
1984
140
1975
110
1985
145
1976
110
1986
148
1977
115
1987
150
1978
120
1988
160
1979
125
1989
160

Selanjutnya tampilan digambar dengan grafik
2.     Metode Setengah Rata(Semi Average Method)
·         Membagi kumpulan data menjadi 2 bagian sama(jika ganjil data tengah dihilangkan)
·         Menjumlah masing-masing bagian untuk mengetahui nilai tengah(semi total)
·         Menghitung rata-rata masing-masing bagian(semiaverage)
·         Menggambar 2 titik yg merupakan representasi dari nilai mean tiap bagian kemudian menghubungkan dengan suatu garis lurus
Tahun
Jml Unit Terjual
Nilai rata tiap bagian
Nilai x th tengah 1992
Nilai x th tengah 1998
Penjualan yg diperkirakan “1992”
Penjualan yg diperkirakan “1998”
1990
126

-2
-8
125,80
125,80
1991
129

-1
-7
131,70
131,70
1992
148
137,60
0
-6
137,60
137,60
1992
136

1
-5
143,50
143,50
1993
149

2
-4
149,40
149,40
1995
154

3
-3
155,30
155,30
1996
160

4
-2
161,20
161,20
1997
153

5
-1
167,10
167,10
1998
157
173
6
0
173
173
1999
200

7
1
178,90
178,90
2000
195

8
2
184,80
184,80


                         SA1 : nilai rata tiap bagian pertama
                                                SA2 : nilai mean tiap bagian kedua
                                                CY1 : tahun tengah bagian pertama
                                                CY2 : tahun tengah baian kedua

Karena ada 2 bagian & 2 titik pusat maka ada 2 persamaan
1992 :                    Y’ = 137,60 + 5,90X
1998 :                    Y’ = 173 + 5,90X

3.       Metode Rata-rata Bergerak(Moving Sverage Method)
Metode ini dinilai mampu menghilangkan pengaruh variasi musiman & faktor lain
                Jika 4 tahun yg digunakan sebagai dasar hitung maka yang hilang  
Tahun
Jml Unit Terjual
Nilai tot Moving dasar 4th
Nilai Moving average dasar 4th
Nilai Moving Average dasar pemusatan kembali
1990
126
Xxx
Xxx
Xxx
1991
129
Xxx
Xxx
xxx
1992
148
(126+129+148)=539
539:4=134,75
134,75(1992)
1993
136
562
140,5
140,5(1993)
1994
149
587
146,75
146,75(1994)
1995
154
599
149,75
149,75(1995)
1996
160
616
154
154(1996)
1997
153
624
156
156(1997)
1998
157
670
167,5
167,5(1998)
1999
200
Xxx
xxx
Xxx
2000
195
xxx
Xxx
Xxx

4.       Metode Jumlah Kuadrat Terkecil(Least Square Method)
Y’ = a + bX
Persamaan garis tren ini dapat dicari jika nilai a dan b dapat dihitung.
a=

b=

Tahun
Jml Unit Terjual(Y)
X
XY
Nilai Tren(Y’)
1990
126
-11
121
-1.386
77,51
1991
129
-9
81
-1.161
92,69
1992
148
-7
49
-1.036
108,87
1993
136
-5
25
-680
123,05
1994
149
-3
9
-447
138,23
1995
154
-1
1
-154
153,41
0
0
0
0
0
161
1996
160
1
1
160
168,59
1997
153
3
3
459
183,77
1998
157
5
25
785
198,95
1999
200
7
49
1.400
214,13
2000
195
9
81
1.755
229,31
2001
225
11
121
2.475
224,49

=1.932

=286
=2.170


a= =161
b==7,59
sehingga rumus persamaan tren adalah sama yaitu Y’ = 161=7,59X

b. Tren Nonlinear(Nonlinear Tren)
                merupakan tren yang mempunyai variabel berpangkat bukan satu
1.       Tren Parabola(Parabolic Tren)/tren kuadratis(quadratic tren)
Y’ = a+bX=c
        Y : nilai tren        X : periode waktu             a,b,c : konstanta

a = 

b = 

c = 

Tahun
Jml Unit yg diminta(Y)
X
XY
Y’
1989
200
-5
25
625
-1.000
5000
287,72
1990
300
-4
16
256
-1.200
4.800
326,95
1991
350
-3
9
81
-1.050
3.150
369,95
1992
400
-2
4
16
-800
1.600
415,83
1993
425
-1
1
1
-425
425
464,52
1994
561
0
0
0
0
0
515,87
1995
570
1
1
1
570
570
569,88
1996
600
2
4
16
1.200
2.400
626,55
1997
650
3
9
81
1.950
5.850
685,88
1998
700
4
16
256
2.800
11.200
747,17
1999
750
5
25
625
3.750
18.750
812,52

SY = 5.506

=110
=1.958
=5.795
=53.745


a =  =  =  = 515,87
b =  = 52,68
c  =  =  =  = 1,33

Persamaan tren parabolanya adalah Y’ = 515,87X + 1,33

2.      Tren Eksponensial(Exponential Tren)/tren logaritma(logarithmic tren)
Y’ = a x (1+b
Mencari nilai a & b
a = anti Ln
b = anti Ln  – 1
Tahun
Periode Waktu (X)
Jml Penjualan (Y)
Ln Y
X x Ln Y
Nilai Tren
1989
-5
200
5,298
-26,49
25
83,94
1990
-4
300
5,704
-22,82
16
118,35
1991
-3
350
5,858
-17,57
9
166,87
1992
-2
400
5,991
-11,98
4
233,29
1993
-1
425
6,052
-6,05
1
331,76
1994
0
561
6,329
0
0
467,78
1995
1
570
6,346
6,35
1
659,57
1996
2
600
6,397
12,79
4
929,99
1997
3
650
6,477
19,43
9
1.311,29
1998
4
700
6,551
26,20
16
1.848,92
1999
5
750
6,620
33,10
25
2.606,98



= 67,623
= 12,96
= 110


Mencari nilai a dan b
Nilai a
Anti Ln  = anti Ln 6,148 = 467,78
Nilai b
Anti Ln  – 1 = anti Ln 0,12 -1 = anti Ln – 0,88 = 0,41
Jadi persamaan tren eksponensialnya
Y’ = 467,78 x (1 + 0,41

0 comments: