Tony Q Rastafara - Kangen Live Surabaya 2016
Live Tony Q Rastafara di Grand City Surabaya dalam acara Jatim Fair 2016
08 Oktober 2016
Read more
08 Oktober 2016
PROFIL UPN VETERAN JATIM TERBARU 2016
profil upn veteran jatim by kasatu(ikatan mahasiswa tuban)
Read more
Karang Taruna Bhakti Persada | Compreng - Widang - Tuban - Jawa Timur
dokumentasi kegiatan agustusan hut RI ke 71 dari karang taruna bhakti persada desa compreng, kec. widang, kab. tuban, jawa timur, indonesia
2016 By StephenDotID Corp.
Read more
2016 By StephenDotID Corp.
Makalah Analisis Laporan Keuangan
MAKALAH
MANAJEMEN KEUANGAN
BAB 2 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
DISUSUN OLEH :
ALDO PRADANA KUSUMA 1513010018
PUTRA DIANDA PRATAMA 1513010021
MUHAMMAD AMRIZAL UMAM 1513010039
ROCHMAD PRASETYO 1513010040
KELAS A / AKUNTANSI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
“VETERAN”
JAWA TIMUR
SURABAYA
2016
BAB 2 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
1. Pengenalan Laporan
Keuangan
a. Neraca
yaitu Laporan yang
menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu. Bagian
aktiva merupakan hasil keputusan investasi yang
diambil oleh manajer perusahaan, dan pada bagian passive merupakan
sumber-sumber keuangan untuk mendanai investasipada aktiva tersebut pada
periode tertentu
b. Nilai Buku dan
Pasar
Akuntansi biasanya mencatat
aktiva di neraca berdasarkan harga perolehannya (historical cost) yang telah disesuaikan dengan depresiasi. Nilai ini disebut nilai buku (book
value). Nilai buku modal sendiri dicatat berdasarkan jumlah uang yang
disetor pemegang saham di masa lalu, yang terdiri atas nilai nominal saham dan
agio ditambah laba ditahan.
Neraca nilai pasar (market
value balance sheet). Pada neraca ini semua item pada sisi aktiva maupun
pasiva dihitung berdasarkan harga pasar sekarang.
Nilai pasar aktiva adalah =
nilai pasar utang + nilai pasar modal sendiri
Nilai pasar modal sendiri
adalah = harga pasar saham x jml saham yg beredar
V = D + E
V = Value of the firm (nilai perusahaan)
D = Debt (utang perusahaan)
E = Equity (modal sendiri)
c.
Laporan
Laba Rugi
Yaitu laporan keuangan yang memperlihatkan
penghasilan , biaya, dan pendapatan bersih dari suatu perusahaan selama satu
periode tertentu. Laba/profit
menurut akuntansi berbeda dg arus kas(cash flow). Ada 3 alasan utk mendukung
pernyataan ini :
-
Membagi pembayaran tunai menjadi : (a)current expenditure, misal gaji
& (b)capital expenditure, misal pembelian mesin
-
Mempertimbangkan kondisi : pd periode 1 perusahaan memproduksi barang yg
dijual pd periode 2 & dibayar pd periode 3
-
Akuntan menyesuaikan periode pengeluaran biaya dg periode pendapatan dr
penjualan utk menghitung laba (konsep accrual accounting)
d. Laporan Arus Kas
Adalah lap. Keu yang memperlihatkan penerimaan kas & pengeluaran kas suatu
perusahaan selama satu periode waktu
-
Arus Kas dari aktiva
Adalah arus kas yang berasal
dr aktiva yg terdiri dr : arus kas operasi, arus kas investasi & perubahan
modal kerja bersih
-
Arus kas operasi
Adalah kas yang berasal dr
aktivitas bisnis perusahaan yang normal
-
Arus kas investasi (Capital spending)
Adalah kas yg dikeluarkan
utk aktiva tetap dikurangi dg kas yg diterima dr penjualan aktiva tetap
-
Perubahan modal kerja bersih
Untuk menentukan perubahan
modal kerja bersih, pendekatan yang paling mudah adalah menghitung perbedaan modal kerja bersih akhir
tahun dengan modal kerja bersih awal tahun
-
Arus kas untuk kreditor dan pemegang saham
Menunjukkan pembayaran
bersih kepada kreditor dan pemilik perusahaan selama satu tahun
2. Analisis Rasio
Keuangan
Rasio Keuangan atau Financial Ratio merupakan
alat analisis keuanganperusahaan untuk menilai kinerja suatu
perusahaan berdasarkan perbandingan datakeuangan yang terdapat pada
pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan
aliran kas)
Fungsi Analisis Keuangan :
-
Evaluasi pencapaian kinerja manajemen perusahaan
-
Bahan pertimbangan penyusunan rencana perusahaan
Ada lima jenis rasio keuangan yang sering digunakan:
a. Rasio likuiditas:
rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.
-
Rasio Lancar = Aktiva Lancar/Utang Lancar
-
Rasio Quick = [Aktiva Lancar – Persediaan]/Utang
Lancar
Tujuan : Melihat likuiditas, yaitu kemampuan memenuhi
kewajiban jangka pendek. Semakin tinggi angka tsb, semakin baik.
b. Rasio aktivitas:
rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menggunakan asetnya dengan efisien.
-
Rata-rata Umur Piutang
=
Piutang/[Penjualan/365]
-
Perputaran Persediaan
= Harga Pokok
Penjualan /Persediaan
-
Perputaran Aktiva Tetap
= Penjualan/Total
Aktiva Tetap
-
Perputaran Total Aktiva
= Penjualan/Total
Aktiva
Tujuan: Melihat kemampuan perusahaan menggunakan
asetnya dengan efektif. Semakin tinggi angka perputaran, semakin efektif aset
digunakan. Semakin tinggi rata-rata umur piutang, semakin tidak baik (tidak
efektif menggunakan aset).
c. Rasio
utang/leverage: rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi total
kewajibannya.
-
Total Utang terhadap Total Aset (Aktiva)
= Total
Utang/Total Aktiva
-
Times Interest Earned (TIE)
= Laba Sebelum
Pajak dan Bunga (EBIT)/Bunga
-
Fixed Charged Coverage (FCC)
= (EBIT + Biaya
Sewa)/ (Bunga+Sewa)
Tujuan: Melihat kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban totalnya. Semakin tinggi angka rasio Total Utang/Total Aktiva,
semakin berisiko (tidak baik). Semakin tinggi angka TIE atau FCC, semakin kecil
risiko (semakin baik).
d. Rasio
keuntungan/profitabilitas: rasio yang mengukur kemampuan perusahan menghasilkan
profitabilitas.
-
Profit Margin = Laba Bersih / Penjualan
-
Return On Asset = Laba Bersih / Total Aktiva
-
Return On Equity = Laba Bersih / Modal Saham
Tujuan: melihat kemampuan perusahaan menghasilkan
profitabilitas. Semakin tinggi angka PM, ROA, dan ROE, semakin baik.
e. Rasio pasar: rasio
yang mengukur prestasi pasar relatif terhadap nilai buku, pendapatan, atau
dividen.
-
PER = Harga Pasar per Lembar / Laba Bersih per Lembar
-
Dividend Yield = Dividen per Lembar / Harga Pasar per
Lembar
-
Rasio Pembayaran Dividen = Dividen per Lembar / Laba
Bersih per Lembar
Tujuan : Melihat seberapa jauh tujuan kemakmuran
pedagang saham tercapai. Secara umum, semakin tinggi angka PER, dividend yield,
dan rasio pembayaran dividen, semakin baik.
3.
Cara
Menganalisis Laporan Keuangan
Untuk memperoleh informasi yang lebih
banyak,analis keuangan dapat melakukan analisis dengan cara cross section ,yaitu membandingkan rasio
keuangan suatu perusahaan dengan rasio keuangan perusahaan lain atau industri
pada satu periode waktu yang sama,dan time
series,yaitu membandingkan atau mengevaluasi kecenderungan rasio keuangan
satu perusahaan dari waktu ke waktu.
Kedua pendekatan tersebut dapat
digunakan bersama untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja
keuangan suatu perusahaan.Oleh karena itu,dalam praktik perlu menggabungkan
kedua pendekatan ini,sehingga dapat memberikan informasi tentang tren rasio
keuangan perusahaan dari waktu ke waktu,serta informasi mengenai apakah rasio
keuangan perusahaan pada waktu tertentu berada diatas,sama dengan atau dibawah
rasio keuangan industri.
a.
Common
size dan DuPont Identity
Pada
common size analysis,seluruh item pada laporan laba/rugi dibagi dengan
penjualan dan seluruh item pada neraca dibagi dengan total aktiva.keuntungannya
yaitu memungkinkan bagi kita untuk membandingkan neraca serta laporan laba/rugi
dari waktu ke waktu diantara beberapa perusahaan.
Common size analysis dapat
dibandingkan dengan rasio industri maupun dibandingkan dari waktu ke waktu.Du
Pont analysis memperlihatkan bagaimana utang,perputaran aktiva dan profit
margin dikombinasikan untuk menentukan return
on equity (ROE).DuPont system menjelaskan keterkaitan ROE dan ROA dengan
berbagai rasio keuangan lainnya.Sistem yang dikembangkan oleh DuPont ini sangat
bermanfaat karena dapat memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan.
DuPont equation dapat dirumuskan sebagai berikut :
-
ROA = Net profit margin x Total asset turnover
Jika ROA dikalikan rasio total assets to equity,akan
menghasilkan return on equity (ROE)
-
ROE = ROA x Equity multiplier
-
ROE = (Net income/Total asset) x (Total asset / Total equity)
Keterangan :
-
Profit margin
memperlihatkan pengawasan terhadap biaya
-
Total assets turnover
memperlihatkan efektivitas penggunaan aktiva
-
Equity multiplier
memperlihatkan efektivitas penggunaan utang
Leverage ratio :
a. Debt ratio
b. Times interest earned ratio
c. Cash average ratio
Liquidity
Ratio
a. Current ratio
b. Quick ratio
c. Cash ratio
Activity
ratio
a.Inventory turnover
b.Receivable turnover
c.Fixed asset turnover
d.Total asset turnover
Profitabiliy
ratio
a. Return on asset (ROA)
b. Return on equity
c.Net profit margin
d. Basic earning power
Divident
payout ratio (DPR)
4.
Masalah-masalah dalam Analisis Laporan Keuangan
a.
Data
Pembanding
Rasio-rasio keuangan pada suatu perusahaan yang beroperasi di banyak
bidang industri yang berbeda sulit dicarikan data pembandingannya. Pada umumnya
data pembanding adalah berupa angka rata-rata rasio keuangan. Kondisi rata-rata
bukanlah tujuan suatu perusahaan, oleh karena itu, data pembanding yang baik
bisa menjadi rasio keuangan perusahaan-perusahaan papan atas pada industri
tersebut.
b.
Efek
Inflasi
Inflasi mempengaruhi biaya tenaga kerja, biaya persediaan dan pada
gilirannya akan mempengaruhi item pada neraca maupun laba bersih. Karena alasan
ini, pembandingan rasio keuangan dari waktu ke waktu (time series) maupun
pembandingan data industri yang tidak sama waktunya dapat saja menyesatkan.
c.
Window
Dressing
Manajemen perusahaan dapat saja dengan sengaja memanipulasi kondisi
keuangannya menjelang penyusunan neraca. Tindakan ini disebut sebagai window
dressing. Suatu rekayasa akuntansi
sebagai upaya menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik daripada yang dapat
dibenarkan menurut fakta dan akuntansi yang lazim. Caranya dengan menetapkan
aktiva atau pendapatan terlalu tinggi dan menetapkan kewajiban atau beban
terlalu rendah dalam laporan keuangan. Sebagai contoh pada 29 Desember 2006
manajemen meminjam dalam bentuk utang jangka 2 tahun, hasilnya dipegang dalam
bentuk kas (tunai). Tanggal 4 Januari 2007, utang dilunasi. Tindakan ini
menyebabkan current ratio tahun 2006 nampak bagus, meskipun hanya sementara.
d.
Perbedaan
Kebijakan Perusahaan
Perbedaan kebijakan operai seperti keputusan untuk menyewa (leasing)
daripada membeli aktiva, bisa jadi membawa dampak pada rasio keuangan.
Informasi tentang perjanjian leasing, rencana dana pensiun, akuisisi, kebijakan
akuntansi, dan lain-lain dapat dilihat pada catatan yang menyertai laporan
keuangan sebaiknya diperhitungkan dalam analisis. Sebagian perusahaan mungkin
memiliki sebagian rasio yang “kurang baik” dan sebagian lagi baik. Hal ini
membuat sulit untuk dapat megetahui bagaimana kondisi perusahaan pada umunya.
http://cahbaguszone.blogspot.com
Subscribe to:
Comments (Atom)
Popular Posts
-
MAKALAH PENGANTAR AKUNTANSI I “JURNAL KHUSUS”

-
Astenosfer

-
Profil terbaru UPN Veteran Jawa Timur By KASATU(Ikatan Mahasiswa Tuban)
-
Tips & Review Rokok Elektrik "EVOD" untuk pemula
-
Materi Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen

-
Makalah Hukum Bisnis & Regulasi bab Hak Cipta & Hak Paten

-
Makalah Analisis Laporan Keuangan

-
Pengertian, Jenis, dan sumber konflik

-
Karang Taruna Bhakti Persada | Compreng - Widang - Tuban - Jawa Timur
-
Belajar membuat bulatan O rokok bertahap untuk pemula
Archives
-
▼
2016
(32)
-
▼
October
(9)
- Belajar membuat bulatan O rokok bertahap untuk pemula
- Tips & Review Rokok Elektrik "EVOD" untuk pemula
- Tony Q Rastafara - Agama
- Tony Q Rastafara - Kangen Live Surabaya 2016
- PROFIL UPN VETERAN JATIM TERBARU 2016
- Karang Taruna Bhakti Persada | Compreng - Widang -...
- Makalah Analisis Laporan Keuangan
- Macam-macam Laboratorium Pertanian
- MAKALAH BELA NEGARA TERBARU 2016
-
▼
October
(9)
Stephen DotID Present. Powered by Blogger.




